Kapoposang

Peta-kapoposang-fix

Kapoposang merupakan salah satu dari sekian banyak pulau di bagian selatan selat Makasar. Berjarak 70 Km dari Makasar ibukota Sulawesi Selatan, ditempuh kurang lebih satu setengah jam menggunakan speedboat.

Kapoposang terbilang lengkap, dari mulai entry point berpasir, slope, wall, dan cave ada semua. Ekosistemnya juga sangat beragam, dari kuda laut, penyu sampai manta dan hiu bisa kita temui di kawasan Taman Nasional ini (sejak tahun 1999). Sayang karena letaknya yang cukup jauh dari Makasar, pulau ini belum dapat dijangkau oleh operator seluler manapun, praktis selama 4 hari di Kapoposang kami "terisolir" dari dunia luar.
Hari pertama, perjalanan dimulai dari Popsa, Makasar, menggunakan kapal cepat menuju Kapoposang. Begitu sampai, langsung dilakukan check dive, meskipun menjelang matahari terbenam. Check Dive dilakukan selama kurang lebih 25 menit, dilanjutkan dengan night dive, lokasinya sama dengan lokasi Check Dive, yaitu di Aquarium Point. Aquarium sendiri terletak persis di depan resort tempat kami menginap.

Pada saat night dive ini dicoba untuk mematikan senter di kedalaman 5 meter. Cukup menegangkan karena pertama kalinya, meskipun bukan night dive yang pertama, karena semula kami mengira keadaan akan gelap gulita, tapi ternyata tidak, laut kapoposang sangat jernih dan kebetulan sedang bulan purnama, ikan pari yang berkeliaran di sekitar kami dengan jarak 3 meter pun masih kelihatan. "Kunang-kunang" laut pun terlihat sangat banyak, cukup hanya dengan mengibaskan tangan, "kunang-kunang" akan terlihat kerlap-kerlip. Ikan kembung yang biasanya suka kabur-pun bisa kita dekati, dan bahkan bisa disentuh karena sedang "tidur".

(download)
Titi-titik penyelaman di Kapoposang tersebar disisi barat, timur & utara pulau, beberapa yang terkenal adalah "Shark Point", "Mardjono Point", "Cave Point", "Aquarium", "Turtle Point" & "Januar Point". Tidak semua titik bisa kami selami, karena keterbatasan waktu. Mardjono Point menjadi tempat tujuan di hari kedua. Titik ini dikenal dengan keberagaman kehidupan lautnya. Di titik ini kedalaman maksimal bisa mencapai 70-100m. Secara perlahan kami di bawa menuju kedalaman 33 meter, karena sedang mengambil ujian praktek NAUI Advanced Scuba Diver (ASD), dikedalaman ini kami di berikan soal matematika dasar untuk di selesaikan. Jika didarat mungin bisa mengerjakan soal tersebut dalam waktu kurang dari 10 detik, biasanya akan butuh waktu lebih lama ketika dilakukan di kedalaman 33m. 

(download)

Dive kedua hari itu dilakukan di Cave Point, disini kami menemukan 2 ekor penyu yang sedang tidur di dekat mulut goa. Saya beruntung karena bisa melihat eagle ray yang melintas dengan cepat. Guide kami lebih beruntung karena hanya dia yang bisa melihat white-tip reef shark, sementara saya yg sudah duluan naik, harus rela gigit jari.

Dive hari ketiga adalah di Shark Point, sayang di titik ini kami tidak menjumpai hiu satu pun. Sungguh tidak beruntung. Hari terakhir di Kapoposang ini kami hanya sempat untuk satu kali dive, karena besok siang nya kami sudah harus terbang lagi menuju Balikpapan.
Salah satu yang kurang di Kapoposang adalah bak untuk cuci alat, meskipun di sediakan ember-ember besar, tetap saja terasa kurang nyaman. Kondisi Air Tawar di pulau ini memang sedikit payau, jadi cukup aneh rasanya untuk di minum.
Kapoposang memiliki keberagaman kehidupan laut yang luar biasa. Sayang pengelolaan dan promosi yang sekarang dilakukan masih belum terasa optimal. Saya yakin jika lebih gencar dipromosikan, akan lebih banyak lagi diver yang datang ke pulau ini, sehingga dapat membawa kontribusi yang lebih besar lagi bagi masyarakat lokal sekitar.

(download)
Di Makasar kami menginap di Hotel Singgasana, yang masih satu pemilik dengan pemilik tempat makan Kampung Popsa dan Resort di Kapoposang. Malamnya kami habiskan untuk "bermain" Trans Studio Makasar.

(download)